j5XpcW8LPSTMXB3E43AmnBvL2r59s0Bn3s1rqebM

Hindari 5 Kesalahan Fatal Yang Berpotensi Menghancurkan Game Buatanmu!

Membuat game memang tidaklah mudah. Semua yang kita lakukan bukan hanya duduk dikursi seharian, memikirkan ide-ide kreatif, dan coding - jika kamu melakukan ini kamu akan menemukan banyak sekali masalah dikemudian hari. Baca lebih lanjut untuk mengetahui kesalahan yang sering terjadi dalam Game Development. Jika kamu berhasil mengatasi masalah ini, kamu bisa meningkatkan peluang untuk game yang kamu buat di marketplace yang sangat kompetitif ini.

Ada beberapa tahapan untuk mendevelop game yang berujung pada kesuksesan pada game yang dibuat. Berikut adalah 7 Tahapan yang sering di lalui Developer saat mengembangkan sebuah game:
  1. Concept
  2. Prototyping
  3. Greenlight
  4. Preproduction
  5. Production
  6. Launch
  7. Live ops (which then enables optimization, looping you back to Preproduction)
Mungkin kalian yang kurang paham apa itu Live Ops berikut saya berikan penjelasan singkat mengenai Live Ops dari pocketgamer.
Live ops centres around managing player life-cycle, from discovery through to churn. Churn is the attrition rate whereby a percentage of players lose their loyalty to the game and leave. Churn need not be permanent; players are sometimes receptive to being lured back into the game world and re-engaged.
pocketgamer.biz
Intinya Live Ops ialah suatu usaha yang dilakukan oleh Developer agar pemain yang memainkan gamenya dapat terus bermain didalam game yang mereka buat atau untuk menarik masuk pemain lama yang sudah melupakan game mereka, tentunya dengan cara menambahkan fitur baru atau penambahan kualitas grafis pada game.

Dengan banyak sekali hal yang harus dipikirkan disetiap level pembuatan game, hal ini dapat membuat game kita mengalami penundaan atau bahkan abandone jika salah satu dari tahap diatas mengalami kesalahan yang akan berdampak buruk bagi developer itu sendiri dan juga pada sisi anggaran yang telah dikeluarkan karena terbuang sia-sia.

Oleh karena mari kita bahas lebih lanjut tentang "lima kesalahan paling umum yang dilakukan game developer yang mengakibatkan kegagalan fatal".

Kesalahan #1: Tidak Merencanakan Konsep Game Dengan Matang Sejak Awal

Membuat rencana mungkin terlihat seperti langkah yang mudah, bagaimanapun juga untuk membuat game kita membutuhkan rencana (Planning). Namun kamu harus teliti ketika merencanakan sesuatu - sebuah game yang sukses ialah game yang pondasinya memiliki plan yang matang dan didasari dengan wawasan pengetahuan yang kuat.

Planning yang kurang detail, mengabaikan anggaran yang dimiliki, dan melewatkan gambaran besar pada game yang digarap merupakan masalah umum yang sering terjadi di industri game development dimana hal ini akan memberi dampak yang cukup parah dimasa yang akan datang.

Salah satunya ialah Morale "Semangat Kerja", perilisan game, game quality dan pendapatan studio game mungkin akan terpengaruh karena hal ini (Planning), yang terkadang untuk sebagian orang mengganggap ini sebagai masalah sepele.

Sangatlah mudah bagi studio untuk bertindak ceroboh dalam menentukan batas waktu, sumber daya, dan hasil dari proses "Development" mereka. Creator dapat terjebak dalam mengejar kesempurnaan artistik sambil mengabaikan pentingnya ROI (return on investment atau laba perusahaan) yang tepat waktu. Dan pengembang dapat teralihkan oleh beberapa teknologi inovatif baru sehingga ia kehilangan gambaran besarnya disaat proses pengembangan game.

Prototipe kita mungkin merupakan kreasi yang menakjubkan, tetapi jika kamu tidak merencanakan semua elemen yang diperlukan untuk mendukungnya, maka tidak akan ada yang mau berinvestasi di dalamnya, kamu harus ingat bahwa "Membuat Game Itu Tidak Murah" hal inilah yang membuat kita untuk mencari Investor (orang yang melakukan investasi).

Kesalahan #2: Tidak Menargetkan Platform Yang Cocok

Jika kamu hendak mendedikasikan waktu dan sumber daya yang kamu miliki untuk membuat game yang sukses, tapi tidak memikirkan tentang platform mana yang cocok dengan style, genre, dan specs pada game yang kamu kembangkan, hal ini akan menjadi salah satu kesalahan fatal yang cukup membuat kita frustasi jika mengalaminya.

Oleh karena itu kamu harus melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui platform mana yang cocok dengan game buatanmu, semua platform memiliki kekurangan dan kelebihanya masing-masing, beberapa platform cocok untuk tipe game tertentu dan beberapa lainya tidak, jadi luangkanlah waktu untuk memikirkanya.

Kesalahan #3: Menyia-nyiakan Sumber Daya Internal Dan Menggunakan Alur Kerja Yang Sulit

Terkadang, mengembangkan game bisa lebih menantang dari apa yang kalian perkirakan dan bisa memakan cukup banyak waktu berharga yang kalian miliki - terutama saat tanggal perilisan game sudah dekat.

Bukan menjadi sebuah rahasia lagi ketika pada akhirnya developer akan mendapatkan tekanan yang lebih besar dikarenakan bugs yang tercipta pada game dimana bug tersebut harus cepat diselesaikan sebelum tanggal perilisan tiba (semua developer mengalaminya), akan tetapi tidak setiap saat kamu bisa mengatasinya.

Kamu mungkin berpikiran untuk merombak ulang developer, dan membentuk tim baru, hanya untuk mempercepat development sebelum tanggal rilis tiba, akan tetapi hal ini hanya akan membuat moral tim turun.

Selain itu, mengabaikan alur kerja yang tidak sehat setiap hari (lembur gila-gilaan) untuk mempercepat proses pengembangan hanya akan memperburuk kesehatan 3d artist/programmer.

Kamu bisa menghindari banyak kecemasan dan biaya dengan memanfaatkan platform-support dan online resource jika memang memungkinkan. Selalu prioritaskan Workflow (alur kerja) saat pembuatan konten game.

Kesalahan #4: Kurangnya Pengetahuan

Jika kamu tidak tahu pasti perfoma kode yang kamu buat di platform target, kamu mungkin akan mulai menyerah ketika mendapati bahwa kode kamu ternyata bermasalah.

Untuk mengoptimalkan kinerja game dan mengatasi fragmentasi perangkat, Kamu perlu melakukan profiling lebih awal dan sering. Perhatikan bagaimana CPU, memori, renderer, dan komponen audio bekerja. Dengan begitu kamu akan tanggap dalam mengidentifikasi hambatan kinerja sejak dini. Kemudian kamu dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk memperbaiki masalah (bug) dan untuk meningkatkan fitur pada game - inilah salah satu elemen penting yang berpengaruh pada kesuksesan suatu game.

Kesalahan #5: Pengembangan Yang Berlebihan

Mempersingkat siklus pengembangan game adalah kunci untuk membuat game kalian dengan cepat masuk ke marketplace. Ketika game yang kalian publish langsung menjadi pembicaraan hangat para gamer atau trending, selalu manfaatkan hal ini untuk menarik lebih banyak gamer untuk memainkan game kalian, hal ini karena game yang sedang hot biasanya hanya berlangsung beberapa tahun atau bahkan bulan saja.

Biasanya disaat-saat sepertin ini kalian akan menambahkan berbagai macam fitur yang terkadang sebenarnya tidak penting tapi tetap kalian tambahkan yang akhirnya menyebabkan kerusakan paling yang cukup fatal.

Jadi sebisa mungkin hanya tambahkan fitur-fitur yang krusial dan jangan sekali-kali membuat workflow development kalian menjadi lebih sulit, kecuali kalian memiliki tim dengan anggaran yang besar maka saya yakin penambahan fitur tidak akan memakan waktu yang cukup lama dan penulisan kode lebih optimal karen dikerjakan oleh banyak orang, tapi tetap saja ingat satu hal ini "Jangan Berlebihan".

Jadi, begitulah. saya telah membahas secara singkat beberapa kesalahan umum yang dibuat oleh Game Creator, Developer, dan Game Studio, yang terkadang mereka lakukan tanpa sadar. Kesalahan ini sering kali membebani proses pengembangan, menimbulkan penundaan tanggal rilis, dan secara keseluruhan berdampak negatif pada efisiensi dan kualitas produk akhir.
Related Posts
Krakenost
Never Stop Dreaming

Related Posts

Post a Comment