j5XpcW8LPSTMXB3E43AmnBvL2r59s0Bn3s1rqebM

Apa Itu Front-End Back-End Dan Perbedaanya Pada Web Development

Front-end dan Back-end Developer merupakan salah satu istilah yang akan sering kamu temukan ketika menyelami dunia web development. Ketika kamu melihat iklan atau banner yang membuka lowongan pekerjaan, sering kali terdapat keterangan frontend dan backend atau mungkin full stack developer didalamnya.

Tapi apakah kamu tahu apa itu front end dan back end developer serta perbedaan dan perannya masing-masing dalam pembuatan suatu website atau web app?

Front-end dan Back-end developer memegang peran penting dalam suatu situs web dan web app, dikarenakan tugas dari pembuatan website cukup banyak, maka web developer pun dibagi menjadi beberapa bagian yang terspesialisasi, semisal Front-end, Back-End, dan Full-Stack. Selain dari ketiga spesialisasi di tadi  ada juga satu lagi yang sering terlupakan, yaitu UI/UX Designer.

Dengan adanya pembagian spesialisasi pada web developer, maka pembuatan web bisa menjadi lebih terfokus, hal ini karena tugas dari masing-masing developer akan menjadi lebih ringan dan tidak keluar dari bidang pekerjaan yang tidak mereka kuasai. Dengan begitu mereka dapat membangun situs secara bersama-sama dengan lebih optimal, dimana back-end akan berfokus pada bagian logic dan front-end akan mengurusi bagian tampilan web, biasanya front-end developer akan bekerja bersama UI/UX Designer dalam pembuatan tampilan web, dimana UI/UX Designer sebagai perancang/designer web dan front-end sebagai orang yang akan mengaplikasikan design tersebut ke dalam website yang sedang dikembangkan.

Untuk Full-Stack Web Developer, ia adalah orang yang menguasai front-end dan back-end secara bersamaan, jadi jika kamu sudah tahu pengertian dari "Apa Itu Front End dan Back End" maka sudah pasti kamu tahu apa yang dimaksud dengan Full Stack Developer.

Jadi jika kamu mengunjungi suatu web dengan design yang unik dan bertanya-tanya “siapa sih yang membuat design web yang bagus dengan logic yang sedemikian rupa?” maka jawabanya adalah mereka front-end & back-end yang sering kita sebut sebagai web developer.

Karena bidang spesialis mereka berbeda-beda maka bahasa pemrogramman yang mereka kuasai juga berbeda, untuk lebih lengkapnya akan kita bahas lebih jauh di bawah.

Apa itu UI/UX Designer?

Sebenarnya bagian ini pada awalnya tidak ingin saya masukan akan tetapi setelah dipikir-pikir lagi UI Designer cukup penting untuk kamu ketahui, dan karena saya berniat untuk membuat artikel terpisah mengenai UI/UX Designer jadi pembahasanya tidak akan terlalu jauh.

Intinya UI/UX Designer adalah suatu profesi yang mengarah ke arah design, seperti halnya seorang arsitek, UI Designer juga bertanggung jawab dalam menentukan estetika serta pengalaman pengguna terhadap suatu website/web app.

Peranya pada tampilan website hanya sebatas sketsa layout atau wireframe dan seluruh bagian lain seperti tata letak, icon hingga ukuran dan jenis font serta warna yang digunakan.

UI/UX Designer sama sekali tidak menyentuh bagian code program sama sekali karena tugas ini akan dibebankan kepada front end developer, akan tetapi bukan berarti UI/UX Designer tidak memiliki pengetahuan dasar seputar HTML, CSS, dan Javascript, mereka dianjurkan memiliki pengetahuan dasar mengenai ketiga hal tadi, sehingga ketika mereka membuat design, para UI Designer ini tidak ngawur dalam merancang  tampilan suatu website.

Apa itu Front End Developer?

Setelah UI Designer selesai dengan layout mereka maka sekarang giliran front end untuk merealisasikanya kedalam sebuah website, dari sini kita tahu bahwa tugas front-end sebenarnya berkaitan langsung dengan pengguna, karena apa yang dilihat pengguna itulah yang dikerjakan oleh seorang front end.

Biasanya untuk menjadi seorang front end developer kita harus ahli dibidang HTML, CSS, dan Javascript karena ketiga hal ini yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan web.
Kamu mungkin bisa membuat Web hanya dengan HTML saja, akan tetapi kamu tidak bisa membuat web hanya dengan CSS atau hanya Javascript, hal ini karena HTML adalah kerangka dari suatu web yang akan selalu ada pada setiap halaman web.

Akan tetapi jika kamu menginginkan web yang memiliki design estetika maka kamu wajib menyertakan CSS didalamnya, dan jika ingin menambahkan interaksi antara web dan pengguna maka kamu membutuhkan Javascript.

Karena front end mendapatkan arahan design dari UI Designer maka tanggung jawab front end ialah memastikan semua konten yang tampil pada web browser harus sesuai dengan rancangan design awal yang sudah disepakati.

Apa itu Back End Developer?

Setelah front end menyelesaikan tugasnya maka sekarang giliran back end untuk bekerja, back end sendiri ialah bagian yang bekerja di balik layar dimana hasil dari back end tidak bisa kamu lihat secara actual dikarenakan hasil kerja back end ialah logic atau sistem yang cara kerjanya tidak bisa kamu lihat.
Biasanya skill yang dimiliki back end developer ialah Ruby, Python, PHP dan lain sebagainya.
Mungkin kamu belum menyadari jika kebanyakan lowongan kerja yang diterbitkan oleh suatu perusahaan jarang sekali menggunakan kata-kata "back-end developer" dalam lampiran lokernya, kamu mungkin akan sering melihat kata-kata "PHP Developer" "Ruby Developer" dan lain-lain.

Dengan tugas back end yang membangun sebuah sistem maka dapat kita simpulkan bahwa tugas utama dari seorang back end developer ialah untuk menopang semua fitur dan fungsionalitas pada web app agar berjalan dengan baik tanpa adanya bug sama sekali atau paling tidak meminimalisir bug sesedikit mungkin.

Hal-hal yang ada didalam back end biasanya adalah database, server website, dan web service. Bentuk tanggung jawab suatu front end yang paling sering kita jumpai ialah Content Managemen System (CMS), jika kamu pernah memakai blogspot atau wordpress maka kamu tidak akan asing dengan CMS, karena blogspot dan wordpress adalah salah satu CMS yang ada saat ini, perbedaanya hanya pada konten yang disediakan, CMS blogspot dan wordpress berisi konten postingan seperti news, tutorial, info atau bisa kita simpulkan hanya berisi artikel. Sedangkan untuk CMS yang ada di perusahaan enterprise biasanya berisi konten data perusahaan dan klien yang mereka miliki.

Walaupun back end bertugas dalam manajemen CMS, bukan berarti mereka membuat CMS dari nol, kebanyakan mereka mengembangkan CMS yang sudah ada, salah satunya adalah wordpress dan masih banyak lagi.

Selain itu back and juga bertugas untuk memastikan keamanan web terbebas dari serangan peretas dan menutup semua hole yang bisa disusupi oleh peretas yang kadang merugikan perusahaan.

Apa itu Full Stack Developer?

Seperti yang sudah pernah saya tulis diatas, Full Stack Developer adalah mereka yang paham akan Front end dan Back end, sehingga mereka bisa melakukan hal-hal yang bisa dilakukan oleh front end maupun back end, walaupun begitu jarang sekali ada yang benar-benar mahir di kedua bidang ini, kebanyakan mereka hanya bisa menguasai hampir keseluruhan di salah satu bidang saja dan bidang lainya hanya sekadar dasar-dasarnya saja.

Dari waktu kewaktu perbedaan seorang front end dan back end menjadi semakin tidak jelas sehingga banyak juga orang-orang khususnya web developer yang berakhir menjadi seorang Full Stack, hal ini karena tuntutan di beberapa perusahaan yang menginginkan karyawanya mahir atau paling tidak paham dasar-dasarnya di satu bidang dan menguasai bidang lain hingga ke tingkat advanced, hal ini dimaksudkan untuk mengatasi miss komunikasi atau konsep antara front end dan back end, jadi walaupun ada seorang developer full stack, kebanyakan dari mereka hanya akan fokus pada satu bidang saja dan pengetahuan konsep di bidang lainya bisa digunakan sebagai landasan konsep ketika berkomunikasi dengan seorang developer lain yang bidangnya berbeda sehingga komunikasi bisa terjalin dengan baik karena kedua belah pihak saling mengetahui alur kerjanya masing-masing.
Selain itu dengan menjadi full stack developer kita bisa menganalisa dua program sekaligus yang saling berkaitan satu sama lain.

Perlu diingat bahwa Web Development merupakan suatu hal yang akan terus berkembang dari masa kemasa, sehingga penjelasan front end dan back end di masa ini bisa saja berubah dimasa depan.

Perbedaan Antara Front-End dan Back-End Developer

Pada dasarnya front end di tuntut untuk memastikan situs web atau web app yang dilihat oleh pengguna dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah, mereka harus dapat memastikan bahwa pengguna bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dan dapat berinteraksi dengan situs web secara nyaman.

Dengan kata lain front end ini harus dapat memastikan semua isi konten situs seperti gambar, tombol dan sebagainya tidak mengganggu kenyaman pengguna.

Dedangkan itu untuk back end, ia harus dapat memastikan situs dapat berjalan secara optimal, dan ia juga harus memikirkan dimana muatan situs akan disimpan, dan apakah data yang disimpan aman dan sebagainya.
Related Posts
Krakenost
Never Stop Dreaming

Related Posts

Post a Comment